Selasa, 16 September 2014

Kabut Asap

"Apa ini? Kabut asapkah? 
Hp..  ya, mana hp saya?"
      Tersadar hp tidak ada di saku rok saya, slot pintu ruangan segera saya raih kembali dan dengan tergesa berlari kembali ke meja kerja saya untuk mengambil handphone saya. Tingkah saya ini ternyata tak luput dari perhatian salah seorang teman seruangan saya. Dia pun bertanya kenapa saya tergesa, dengan ringan saya jawab "lupa bawa hp, di luar kabut asap tebal, saya mau fotoin buat orang rumah". Terserahlah mau dipikir saya norak karena emang norak sih.. tapi norak pada pengalaman pertama akan sesuatu itu udah wajar menurut saya. (haha.. ngeles mode ini) Jelas saja saya begini, mana ada kabut asap gegara hutan di bakar di Klaten? Gak ada meeen.. yang ada kalaupun ada kebakaran ya kebakaran rumah.


      Segera saya ke luar ruangan dan ambil gambar ini. Tampak dari lantai dua langit tertutup pekat oleh kabut asap yang amat tebal dan udara sangatlah berbau serta pengap dan mungkin saja kalau sedari pagi hingga sore hari tidak ada pesawat yang lewat.. langit terdengar tenang.
"Pakai masker saat bepergian ke luar rumah dan perbanyaklah minum air putih", pesan salah seorang teman kantor. ( oooh.. so care yoou are madame... :* ) 

Melihat ini semua (*baca kabut asap) saya hanya bisa bergumam lirih dalam hati saya :
Terima kasih Ya Alloh..
Engkau telah mengabulkan satu persatu doa dan permintaan hamba, mengalami hal-hal baru yang tak terduga dalam tiap harinya... yang tak pernah terpikirkan oleh hamba sebelumnya....


alhamdulillahirobbil'alamin... \\(^,^ )//